
Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Riau. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Juli 2010
Potensi Alam

Riau kaya akan sumber daya alam, baik kekayaan yang terkandung di perut bumi, berupa minyak dan gas bumi, emas, dll. maupun kekayaan hutan dan perkebunannya, belum lagi kekayaan sungai dan lautnya. Seiring otonomi daerah, kekayaan tersebut bertahap mulai disalurkan secara penuh ke daerah (tidak sepenuhnya diberikan ke pusat) lagi. Aturan baru dari pemerintahan reformasi, memberi batasan dan aturan tegas mengenai kewajiban penanam modal, pemanfaatan sumber daya dan bagi hasil dengan lingkungan sekitar.
sektor unggulan di Provinsi Riau adalah sektor pertambangan dan penggalian; serta sektor industri pengolahan. Sektor-sektor ini sekaligus juga adalah sektor-sektor ekonomi yang memiliki daya saing cukup tinggi. Apabila dilihat dari PDRB per kapita pada tahun 2007, Provinsi Riau berada di peringkat 3 dari total seluruh provinsi di Indonesia, yaitu sekitar Rp41,4 juta termasuk sektor migas, dan pada peringkat 5 jika tanpa migas, yaitu sekitar Rp 23 juta.
Selain mempunyai PDRB yang cukup besar tersebut, kinerja pembangunan manusia yang diukur dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2007 Provinsi Riau berada pada peringkat 3 dari seluruh provinsi di Indonesia. Pembangunan manusia di Provinsi Riau harus tetap menjadi perhatian utama dalam penyusunan prioritas program dan kegiatan pembangunan daerah, karena sumber daya manusia yang berkualitas dan produktif merupakan modal dasar dalam mendukung peningkatan daya saing wilayah secara berkelanjutan.
Potensi Kuliner

Makanan-makanan khas dari daerah melayu sudah terkenal kelezatannya sejak dahulu kala, Riau merupakan suatu daerah yang masih melestarikan adat istiadat melayu, oleh karenan itu masakan dan makanan melayu masih mudah di dapatkan di daerah tersebut. Ciri khas dari masakan melayu adalah kuah santannya atau kuah yang terbuat dari perasan kelapa dan ditambahkan dengan bumbu-bumbu masakan rempah-rempah sehingga masakan tersebut memiliki rasa yang melezatkan.
Jadi kita tidak perlu jauh-jauh kenegara malaysia ataupun negara rumpun melayu lainnya bila ingin menikmati rasa makanan khas adat istiadat melayu. Di Riau kita dengan mudah mendapatkan masakan-masakan melyu dengan cita rasa yang tidak kalah dari negara-negara rumpun melayu lainnya. Oleh karenan itu makanan dan masakan khas dari Riau merupakan suatu potensi yang patut dilestarikan.
Potensi Budaya.

Riau berada di garda terdepan dalam menjaga tradisi dan kebudayaan Melayu di Indonesia. Bahasa pengantar di provinsi ini umumnya Melayu. Adat istiadat yang berkembang dan hidup di provinsi ini adalah adat istiadat Melayu, yang mengatur segala kegiatan dan tingkah laku warga masyarakatnya bersendikan Syariah Islam. Penduduknya pun terdiri dari Suku Melayu Riau dan berbagai suku lainnya, mulai dari Bugis, Banjar, Mandahiling, Batak, Jawa, Minangkabau, dan China. Uniknya, di provinsi ini masih terdapat kelompok masyarakat yang di kenal dengan masyarakat terasing, antara lain:
- Suku Sakai: kelompok etnis yang berdiam di beberapa kabupaten antara lain Kampar, Bengkalis, Dumai.
- Suku Talang Mamak: berdiam di daerah Kabupaten Indragiri Hulu dengan daerah persebaran meliputi tiga kecamatan: Pasir Penyu, Siberida, dan Rengat:
- Suku Akit: kelompok sosial yang berdiam di daerah Hutan Panjang Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis:
- Suku Hutan: suku asli yang mendiami daerah Selat Baru dan Jangkang di Bengkalis, dan juga membuat desa Sokap di Pulau Rangsang Kecamatan Tebing Tinggi serta mendiami Merbau, sungai Apit dan Kuala Kampar.
Provinsi Riau sangat kaya dengan kerajinan daerah. Hanya saja hingga kini potensi kini potensi ekonomi rakyat ini masih kurang perhatian. Salah satu bentuk kerajinan daerah Riau adalah anyaman yang erat hubungannya dengan kebutuhan hidup manusia. Kerajinan ini dikembangkan dalam bentuknya yang aneka ragam, dibuat dari daun pandan, daun rasau, rumput laut, batang rumput resam, rotan, daun kelapa, daun nipah, dan daun rumbia. Hasil anyaman ini bermacam – macam pula, mulai dari bakul, sumpit, ambung, katang – katang, tikar, kajang, atap, ketupat, tudung saji, tudung kepala dan alat penangkap ikan yang disebut sempirai, pangilo, lukah dan sebagainya.
Kerajinan lain yang juga populer adalah Tenunan Siak. Tenunan ini mempunyai motif yang khas, sehingga nilai jualnya juga cukup tinggi. Tenunan ini biasanya dikerjakan dengan peralatan tradisional.
Minggu, 25 Juli 2010
Potensi Wisata

Pariwisata di Riau pasca terbentuknya provinsi baru yaitu provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) cendrung lesu, karena selama ini potensi-potensi pariwisata unggulan dari provinsi di Riau banyak terdapat di daerah KEPRI, seprti kawasan pulau Batam dan kawasan pulau Bintan. Akan tetapi pemerintah daerah tetap berkeyakinan bahwa potensi-potensi wisata lainnya jika dibangun lebih serius akan mengembalikan potensi wisata provinsi kembali. Karenan ternyata selama ini masih banyak terdapat potensi wisata yang masih belum ditangani secara serius. Potensi-potensi wisata yang dahulu sempat dilupakan saat ini di renovasi dan dibangun kembali agar dapat mengembalikan gairah wisata ke provinsi riau.
Pemerintah daerah yakin dengan pembangunan infrastruktur potensi wisata yang ada, akan dapat membawa kembali minat para wisatawan untuk berkunjung ke provinsi Riau. Banyaknya wisatawan yang datang akan mampu membawa pemasukan untuk pemerintah daerah yang nantinya pemasukan tersebut menjadi salah satu income pemerintah dalam membangun infrastruktur lainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)